Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai

Apa yang dimaksud Jalur Merah,Jalur Kuning,Jalur Hijau dalam sistem penjaluran import?
kita bahas dalamTutorial mengenai fasilitas jalur merah bea cukai,jalur Kuning dan Jalur Hijau impor di bea cukai Indonesia,Pembaca Jasa Undername Import-Export di Jakarta,Semarang ,Surabaya,, Medan,Pulau Bali,Kalimantan,Balikpapan,Lombok, Sulawesi,Pekanbaru,Palembang ,serta daerah lainnya di indonesia Semoga Anda yang pembaca blog diberkahi dan selalu di limpah kan rezekinya dan sujud syukur saya kepada allah bisa update kembali artikel tanggal 29 Januari 2019
Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai
Baca juga:Prosedur Impor Resmi With Perusahan Jasa Sewa Undername Impor

Kali ini kita membahas tutorial mengenai fasilit as jalur merah (Surat Pmberitahuan Jalur Merah/ SPJM) Jalur Kuning (Surat Pemeriksaan Jalur Kuning/SPJKK dan Jalur hijau yang berlaku dal am system kepabeanan di indonesia  (tahun 2018 ini jangan lupa update API dan NIK perusahaan anda menjadi Nomor Induk Berusaha-NIB 

Tatalaksana Kepabenan dibidang impor  


Jalur Merah
Jalur Merah adalah urutan suatu proses customs celarance di mana setelah Bea cukai menerima dokumen impor dari importir melalui media internet PDE PIB, setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitian, petugas BC berdasarkan ketentuan kepabeanan yang berlaku memutuskan harus dilakukan pemeriksaan secara fisik terhadap barang yang diimpor (Bahandle impor) di kawasan kepabeanan

Jalur Kuning. 

Jalur Kuning adalah urutan dari suatu proses customs celarance barang impor di mana setelah BC menerima dokumen impor melalui media internet PDE PIB dari importir/PPJK,setelah dilakukan pemeriksa an dan penelitian, dokumen secara elektornik petugas BC berdasarkan keten tuan kepabeanan yang berlaku memutuskan mela kukan pemeriksaan dokumen tanpa harus mela kukan pemeriksaan fisik barang yang di impor kemudian

Jalur Hijau impor. 

Jalur Hijau adalah urutan dari suatu proses cleara nce yang mana setelah Bea cukai menerima dokumen impor dari importir melalui media internet PDE PIB dari importir/PPJK,  dan setelah dilaku kan pemeriksaan dan penelitian oleh petugas Bea cukai berdasarkan ketentuan kepabeanan yang berla ku memutuskan dapat diserahkan barang impor tersebut kepada importir tanpa harus dilakukan peme riksaan fisik barang terlebih dahulu.

Sistem penjaluran Jalur Merah/Jalur Kuning/Jalur Hijau

Sitem penjaluran melalui media internet PDE PIB Jalur Merah / Jalur Kuning/Jalur Hijau sebagai salah satu upaya dari Ditjen Bea dan Cukai,memastikan bahwa barang-barang yang diimpor tersebut sesuai dengan yang tertera di dalam dokumen kepabeanan dan diizinkan masuk ke wilayah pabean Indonesia berdasarkan ketentuan direktorat jenderal bea dan cukai,serta untuk pencegahan terhadap tindak pidana dalam bidang kepabeanan dan cukai sebagai contoh : penyelundupan barang,impor ilegal serta berbagai macam pelanggaran kepabeanan lainnya.


Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai
Jalur fasilitas import ini dibuat sedemikian rupa berdasarkan kategori dari bea dan cukai Setiap perusahaan ekspor impor akan diberikan sistem penjaluran kepabenanan sesuai kinerja perusahaan yang bergerak dalam bidang import atau export barang sesuai penilaian dari bea dan cukai


Bea dan Cukai Indonesia mempunyai ahli dalam internal instansi tersebut dan bea cukai indonesia merupakan garda terdepan pemerintah indonesia dalam memasukkan pendapatan pajak masukan dari bea masuk, ppn dan pph untuk proses impor dan ekspor barang di seluruh wilayah kepabeanan indonesia .

Ahli yang saya maksud di sini adalah petugas petugas bea cukai yang terlatih meneliti dan mengamati suatu perusahaan melalui mekanisme dan cara kerja perusahaan dalam melakukan kegiatan import barang serta taat dalam bayar pajak import dan jarang tersandung maslah NOTUL pajak. 

#.Baca Juga:Mengatasi Mahalnya Biaya Import LCL Seperti Biaya D/O dan Warehouse Charge Karena Kesalahan Prosedur Import  

Berdasarkan penilaian dari tim ahli yang ada di dalam bea dan cukai inilah,Proses pembagian jalur,jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau dilakukan terhadap perusahaan importir dan eksportir yang pengawasannya berada di tangan mereka  untuk mengawasi barang ekspor dan import yang masuk dan keluar pabean indonesia

#.Prosedur customs clearance dan proses import resmi barang dari luar negeri ke indonesia 

Import adalah barang yang masuk ke wilayah pabean indonesia dan tentu harus membayar pajak yang dikeluarkan oleh bea dan cukai melalui PIB-(Pemberitahuan Impor Barang) dari EDI System yang anda bisa dapatkan dari modul PPJK ( Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabenan) atau modul PPJK milik anda sendiri sebagai importir dan biaya biaya antara lain :
  1. Bea Masuk
  2. PPN ( Pajak Pertambahan Nilai)
  3. PPH (Pajak Penghasilan) 
#.Susunan Biaya Biaya Import dan Jasa Impot Barang Seperti :
  1. Proses bayar pajak import saat ini bisa proses langsung bayar melalui ATM bank atau Internet Banking,terserah anda mau  bayar melalu Bank Mandiri , BNI 46, CIMB Niaga, Bank OCBC , Bank Resona Perdania dan bank persepsi penerima devisa yang telah di tunjuk oleh pemerintah
  2. Untuk transaksi bayar pajak setelah mendapatkan E-Billing dari bea dan cukai dengan nilai tidak terlalu besar atau di bawah seratus juta rupiah.(ini yang saya alami saja) bisa langsung melaui ATM Bank. dan jika lebih besar sebaiknya anda bayar melalui Internet Banking anda Klik menu di atam untuk bayar pajak MPN dan masukkan 26 Digit anka yang ada dalam e-billing .
  3. Biaya PPJK atau Warung EDI
  4. Biaya Pengambilan D/O ,Biaya THC ( Terminal handling charge) Adm Fee,BL Fee,etc
  5. Biaya Jaminan Kontainer
  6. Biaya pelabuhan / storage cost
  7. Biaya jasa customs clearance,Biaya Handling sampai dengan biaya trucking ke door ke alamat consignee
  8. Biaya lift on/off di depo container
  9. Biaya trucking
#.Prosedur import barang setelah SPPB (Surat Perintah Pengeluaran Barang) sudah terbit

Setelah mendapatkan SPPB,harap diperhatikan tanggal kadaluarsa D/O (delivery order) karena jika D/O (Delivery Order itu tanggalnya sudah tidak berlaku,maka pihak otoritas pelabuhan seperti UTC Tg.priok atau pelabuhan laut lainnya di indonesia tidak akan mau input data pembayaran sewa gudang sebagai salah satu syarat barang keluar dari pelabuhan .

Mengenai biaya sewa gudang pelabuhan (Storage Cost),sebelum sistem di pelindo belum sebagus seperti sekarang ini untuk bertanya dan mengetahui biaya sewa gudang pelabuhan berapa besarannya saja sulit bukan main di loket loket yang di sediakan akibat kita tidak bisa memperlihatkan D/O dari pelayaran tersebut

Baca juga: Undername Import Borongan Dan Undername Import Resmi (Update)

Namun saat ini untuk ancar ancar biaya sewa gudang kita bisa tracking di website resmi pengelola pelabuhan di Tracking Biaya Tarif Penumpukan Container Tg.Priok atau gambaran tamplian web untuk biaya storage di pelabuhan laut seperti di bawah ini .

Kalau terjadi masalah dengan trucking yang mogok dan tidak dapat booking?
Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai
Carilah trucking pengganti,kalau tidak ada maka lakukan pembayaran perpanjangan D/O dan sewa gudang .Sebaiknya saat baya biaya D/O di pelayaran lebihkan satu hari dan sewa gudang juga di pelabuhan lebihkan satu hari buat jaga jaga keadaan (jika terjadi maslah) kalau barang import anda urgent sekali dan dokumen import anda serta trucking tidak ada kendala

Baca juga:Jalur Merah Impor Barang Dengan Perusahaan Jasa Sewa Undername Import Resmi

Bagaimana jika D/O (Delivery Order) sudah tidak berlaku ?

Perpanjang D/O secepat mungkin dan setelah itu bayar kembali tambahan biaya penumpukan atau storage gudang pelabuhan ( Saat ini kalau terlambat bayar sewa gudang lebih dai satu ahri SPPB terbit) biaya gudang akan naik lebih dari 100 Persen 
Untuk Ekspor Barang apakah ada biaya lain ?

Ekspor rata rata tidak di pungut biaya cukai kecuali untuk barang yang di atur tata niaganya seperti CPO, Batu bara dan lain lain . Commodity yang tata niaganya di atuur tersebut biasanya membayar Bea keluar atau royalty tertentu , merujuk ke HS Code barang , sebelum ekspor ada baiknya atau anda bisa cek di website resmi pemerintah : www.insw.go.id ,

Khusus free bonded zone/Kawasan berikat/Pusat logistik berikat seperti wilayah batam (Bea Keluar harus di bayar,Bea Masuk tidak ada) KBN, karena mempunyai wilayah itu punya otoritas khusus untuk kepabeanan walapun dalam wilayah indo nesia.terutama barang barang dalam party besar harus mendeklarasikan bea keluar sesuai keten tuan yang telah di atur oleh pemerintah kita untuk barang yang di bawa penumpang kalau tidak kelewtan juga bebas bea keluar

Baca juga:Istilah Incoterm Jasa Import/Jasa Eksport dan Biaya Impor FCL 20/40 Feet Indonesia

Biaya untuk Jasa ekspor di luar bea keluar secara umum dan Biaya lain seperti :

  • Ocean freight untuk Import LCL,(Full Container Load) dan Air Freight charge melalui udara
  • Biaya PPJK atau Warung EDI
  • Biaya penumpukan pelabuhan / storage cost 
  • Biaya jasa customs clearance
  • Biaya seal,lift on/off di depo container

Secara umum untuk barang barang export komoditas yang tidak di atur tata niaganya atau general cargo,oleh pemerintah kita biasanya tidak bayar bea keluar untuk export barang ke luar negeri Kecuali barang ekspor keluar negeri yang telah diatur tata niaganya,seperti CPO,Hasil tambang berupa batubara dan lain lain,sesuai undang undang yang berlaku dan terus di perbaiki pemerintah kita sampai saat ini

#.Prosedur Customs Export Barang di indonesia

Prosedur ekspor barang dalam pelaksanaan customs export di indonesia,lebih baik anda lakukan tepat waktu jangan sampai anda terkena closing time karena akan merepotkan banyak pihak termasuk anda sebagai eksportir , jadi cemas barang tidak naik kapal atau space booking jadi penuh berakibat cargo anda telat di kirim setelah mendapat NPE-Nota Pleayanan Ekspor dari Bea dan Cukai

Keterlambatan barang masuk kedalam area pelabuhan akan menimbulkan biaya tinggi Timbul nya biaya dari pengelola pelabuhan atau dari pelayaran , hal ini akan sangat merugikan anda dari segi waktu dan biaya dan anda harus mengirim pemberitahuan kepada pabean untuk pergantian kapal .

Resiko closing time,adalah biaya trucking yang tidak bisa anda hindari jika closing time terjadi. Masalah seperti ini kadang kala masih saja terjadi sampai hari ini .

Kita bahas masalah Import barang di pelabuhan laut dan bandar udara Ada bermacam macam jalur atau fasilitas yang di perguna kan dan diberikan oleh pihak direktorat jendral bea dan cukai kepada pelaku usaha antara lain:
  • JALUR MERAH, proses pelayanan importasi barang melalui pemeriksaan fisik barang dan dilakukan penelitian dokumen oleh petugas dari bea cukai baik petugas lapangan untuk fisik barang maupun PFPD ( Pejabat ferivikasi dan pemeriksadokumen ) untuk mengeluarak (SPPB) atau Notul : Nota pembetulan bisa terjaditambah bayar pajak atau denda administrasi tergantung tingkat kesalahan pada waktu pemeriksaan fisik atau dokumen
  • JALUR HIJAU, Jalur prioritas yang hanya melalui pemeriksaan dokumen dan bisa langsung dapat SPPB dalam hitungan jam
  • JALUR KUNING,Proses pelayanan dan pengawasan pengeluaran Barang Impor tidak melalui pemeriksaan fisik barang, hanya dilakukan penelitian dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) atau pun NOTUL jika terindikasi under invoice.
  • JALUR MITA Non-Prioritas;
  • JALUR MITA Prioritas 
Keterangan untuk contoh surat atau Jalur Merah,Jalur Kuning,Jalur Hijau Silahkan Klik Tulisan Berwarna di bawah ini :
Jalur merah import bisa terjadi karena beberapa hal (sesuai ketentuan)
  • Importir baru yang baru melakukan kegiatan impor barang ke wilayah pabean indonesia
  • Importir yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi (high risk importir);
  • Barang impor sementara;
  • Barang Operasional Perminyakan (BOP) golongan II
  • Barang re-impor
  • Random sistem bea cukai dan terkena pemeriksaan acak oleh sistem bea cukai
  • Barang impor tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai undang undang untuk kepabeanan yang berlaku
  • Barang impor yang termasuk dalam komoditi berisiko tinggi dan/atau berasal dari negara yang berisiko tinggi (Very High Risk Importir VHRI)
Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai
#.Jalur Hijau Import di indonesia

Importir yang melakukan kegiatan importasi , tidak termasuk dalam kriteria beresiko tinggi dan bisanya mempunyai kinerja importasi yang bagus dalam pandangan pihak bea cukai indonesia.

#.Jalur Prioritas Import di indonesia,

Tidak jauh berbeda dengan fasilitas jalur hijau dan khusus untuk perusahaan yang punya master list atau perusahaan yang mempunyai izin KITE seperti perusahaan Astra,Honda,Yamaha, Suzuki Pabrik Garment
Pemeriksaan Barang Import dari bea cukai atau Pabean (Bahandle):
  • Jalur Merah import dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang di area pabean (Bisa dilakukan di gudang importir dengan mengajukan surat permohonan)
  • Jalur Hijau import hanya dilakukan penelitian dokumen dan terkadang kena random system kena jalur merah
  • Jalur Prioritas Import,tidak dilakukan Pemeriksaan Pabean sebagaimana yang dilakukan terhadap jalur merah atau hijau (jika kena random sytem dari be dan cukai).
#.Pemeriksaan jalur merah ada 4 tingkatan pemeriksaan dinamamakan BAHANDLE:
  • Barang barang di bongkar dan diperiksa dan dilihat dengan teliti secara menyeluruh atau 100%
  • Barang di bongkar tidak semuanya atau Sedang atau tergantung analisa petugas di lapangan ada juga ketetapan di periksa 30% sampai dengan bongkar habis 100%
  • Pemeriksaan ringan – barang diperiksa 10% atau terkadang hanya minta sample tetap kontainer di buka oleh petugas
  • Sangat rendah – barang diperiksa di gudang importir (importir jalur prioritas)
  • pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeiksa barang secara merata sesuai dengan perintah dari pejabat berwenang berapa persen( % ) harus di periksa.
Pembayaran Pajak Impor atau bea masuk bisa dilakukan melalui bank penerima devisa dan cara pembayarannya sudah saya sampaikan di awal artikel

Kelengkapan dokumen untuk import barang
  • PIB -Pemperitahuan Import Barang (PIB),bisa melalui PPJK atau Modul Importir Siapkan dokumen yang harus ada dan wajib disediakn untuk melengkapi dokumen import barang perusahaan anda, PIB adalah sebagai slah satu dokumen wajib, dan sebagai pelengkap proses kepabeanan dan  proses customes celarance :
  • Packing List
  • Bill of Lading/ Airway bill
  • Polis asuransi
  • Bukti Bayar Bea Masuk Seusai E-Billing (serta SSPCP  Sudah tidak ada)
  • FORM Fasilitas seperti FORM D,E,AK dan Etc
  • Surat Kuasa, Jika Pemberitahu PPJK ( Perusahaan pengurusan jasa kepabeanan)
Kesimpulan :
  1. Kirimlah barang barang export dan impor anda tepat waktu sesuai schedule dari pelayaran dan periksa dokumentasi anda seteliti mungkin dan jangan sampai ada kesalahan penulisan di dalam dokumen satu ketikanpun
  2. Proses export - import barangsaat ini tidaklah terlalu sulit asal anda patuh peraturan dari pemerintah
  3. Proses import jalur merah saat ini sangantlah cepat dan anda tidak harus khawatir mengenai barang hilang atau rusak karena di tangani oleh bea dan cukai yang professional 
  4. Jika anda ada masalah di proses export- import uruslah secepatnya
  5. Buat anda yang memakai jasa undername import consignee (karena saat ini anda sedang mebuat legalitas perusahaan) baik direct consignee atau Q.Q consignee Impor 
  6. Buat anda yang memakai jasa undername import mintalah ebilling pajak dan bayarlah pajak sesuai yang tertera di dalamnya karena nilai pajak tersebut di keluarkan oleh pemerintah
Jadi teman teman jika ada yang kurang dalam di dalam isi artikel Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai hal ini mohon diberikan masukan

Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat untuk semuanya .( Akan di update dengan melengka pi dokumen dokumen untuk panduan buat pembaca )

Semoga sukses 

Update 1- 27 Maret 2018
Update 2-November 2018
Update 3-12 Januari 2018
G Plus + Indonesia Undername Import Export BlogJakarta

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Tutorial mengenai Fasilitas jalur merah ,Jalur Kuning Dan Jalur Hijau di bea cukai"

  1. Dear Admin,

    Mohon info ,
    untuk FORM Fasilitas seperti FORM D,E,AK , apakah ada contoh nya ?

    sekian terima kasih

    ReplyDelete
  2. mohon informasikan emailnya ya pak / bu , segera saya kirimkan

    ReplyDelete

  3. Yang mencari forwader yang aman tidak takut ketahan/ nyangkut atau disita saat custom.

    Dan pastinya jalur kami pakai semua lewat port besar dan walaupun borongan tapi dijalankan lewat import undername dan bisa asuransi atas nama importir.

    Harga ditagih berdasarkan kubikasi atau perkilo.

    Bisa kontak kami, kami sudah berpengalaman bidang ekspedisi import borongan yang tentunya utamakan barang aman dab packing diterima importir secara bagus bahkan masih original packing dari pengirim/shipper.

    Mantap Cargo
    Jl. Toar II No. 1
    Semper, Tg. Priok
    Jakarta Utara 14260
    Website: http://mantapcargo.com
    Phone: 021- 43903722 atau 4300754

    ReplyDelete
  4. Mohon petunjuk bagaimana caranya supaya importir bisa mendapatkan jalur hijau karena selama 3 tahun terakhir kami selalu mendapatkan jalur merah terus. Terimakasih. Herry 081230017342

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Herryjika mau, ajukan surat dan minta fasilitas jalur hijau atau jalur kuning surat permohonan di tujukan ke ditjen BC pusat bagian fasilitas atau bapak bisa bertanya ke customs care di gedung kalimantan , di setujui atau tidak permohonan failitas jalur hijau/kuning tidak itu keputusan bea dan cukai dan biasanya BC akan melihat kinerja perusahaan tersebut melalui tim mereka yang mengkaji suatu perusahaan layak atau tidak diberikan fasilitas jalur hijau atau kuning , salam

      Delete

Jangan spam,link aktif,p*orn*, j*di, sara,hate speech,akan dihapus dan komentarlah dengan sopan