REDRESS CONSIGNEE

REDRESS CONSIGNEE
Redress consignee
Sobat.Undername import Export Indonesia Artikel redress consigenee pati pada mengetahu buat rekan rekan yang menggeluti pekerjaan dalam bidang pengurusn jasa import dan expor,tentu tidak asing dengan yang namanya REDRESS CONSIGNEE . Ada berbagai macam kesalahan yang terjadi untuk redress :
1. Redress consignee ke consignee beda perusahaan.
2. Redress uraian barang
3. Redres salah input nomor HBL atau H-AWB
4. Redress Alamat consignee
5. Redress consigne karena kesalahan ketik
6. dan redress lainnya

Yang namanya redress consignee tentu saja untuk penganan barang dalam import . 

Beberapa perusahaan terkadang ada yang tanpa sengaja melakukan kesalahan dalam mengimpor barang barang yang mereka butuhkan .
Perusahaan jasa undername import export atau pun importir directly, Kadang kadang terjadi kesalahan untuk dokumentasi pada saat proses import barang di AWB ( Airwaybill ataupun B/L ( Bill of lading ) . Dalam istilah di sini adalah proses re-address, dan yang kita bicarakan di sini adalah redress consignee

Ada juga redress consignee dilakukan si pemilik barang yang tidak punya izin import seperti API-U/P , NIK ekspor import , API-U sudah habis masa berlaku , . Redress consignee import maksudnya adalah baik untuk uraian barang maupun nama consignee

Jika terjadi salah satu kesalahan tersebut di atas bisa berakibat data import kita di reject oleh system bea cukai saat PPJK melalui EDI System mereka mentransfer dokumen ke bea cukai dan DATA REJECT yang berakibat dokumen tidak bisa diterima secara online oleh bea dan cukai

DATA REJECT tersebut akan di beritahukan oleh pihak bea cukai melalui system bahwa data tidak bisa diteruskan karena terjadinya kesalahan seperti yang tersebut di atas tadi.

Kecuali Kesalahan selain point 1.

Redress bisa terjadi karena pihak data salah input oleh pihak :
  1. Carrier Agent laut ( Jika pengiriman lewat angkutan laut )
  2. Carrier Agent udara .( Jika melalui angkutan udara)
  3. Freight forwarder  
Baca Re-dress alamat :Redress alamat consingne
Baca juga :Undername import borongan dan undername import resmi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dari ke 3 pihak tadi :
  1. Salah input data di Modul Entry Manifest
  2. Dokumen seperti packing list dan invoice serta BL/HBL atau M-AWB/H-AWB atau FORM       E.D.AK,Etc dari negara asal    tidak sinkorn antara rangkaian tersebut .
  3. Konfirmasi dari consignee terlambat karena ke tiga pihak tersebut di atas telah submit      data ke system bea cukai karena waktu yang sempit
  4. Pihak terkait mengikuti data apa adanya dari dokumen yang ada
Hal ini bisa di cegah dari awal oleh consignee yang ada di jakarta . antara lain :
  1. Konfirmasikan kepada shipper seluruh dokumen terkait seperti packing list dan invoice serta BL/HBL atau M-AWB/H-AWB atau FORM E.D.AK,Etc
  2. Jangan ada perbedaan satu kalimat atau uraian di antara dokumen dan penulisan mulai dari    nama shipper , consignee, uraian barang di packing list , invoice serta dokumen FORM       fasilitas E,D,AK,etc tidak ada yang salah
  3. Jika semua dokumen sudah tepat maka , konfirmasikan juga dokumen tersebut kepada pihak     pelayaran atau penerbangan yang di tunjuk oleh shipper. untuk kondisi sekarang ke dua     pihak akan menelepon atau email terlebih dahulu sebelum input data entry manifest
Kita masuk ke POINT yang berat , yaitu point 1 : 

Redress consignee yang berbeda perusahaan atau ganti baju consignee . Persyaratan re-address consignee dan kelengkapan dokumen yang di butuh - kan Untuk process re-address:
  • Surat Permohonan Redress ( Kilk tulisan warna biru contoh surat permohonan )
  • Surat keterangan dari shipper dan cnee
  • Surat pernyataan dari shipper dan cnee
  • Revise invoice under nama perusahaan
  • NPWP Perusahaan
  • API-U/P
  • NIK-Nomor Induk Kepabeanan
  • TDP
  • SIUP
  • Surat keterangan domisil
  • Surat kuasa
  • Form dnp
  • Copy po, jika tidak ada po bisa diganti dgn surat pernyataan tanpa po
  • Serta dokumen lain yang diibutuhkan atau di minta oleh pihak bea cukai atau petugas customs care
Proses readress consignee bisa berjalan selama 5-7 hari dan kedua belah pihak akan diwawancara oleh customs care bea dan cukai. Jika dari analisa customs care bea dan cukai dikonfirmasi ok , maka akan turun nota dina surat pemberitahuan redress consignee di setujui.Jika tidak di setujui maka barang barang tersebut harus di re-export kembali ke negara asal atau re-export

Untuk redress lainnnya tidak terlalu rumit

Seperti redress uraian barang di manifest terkadang memakan waktu sekitar 2-3 hari kerja atau tergantung kelengkapan dokumen yang disampaikan kepada pihak bea cukai . Kaalau dokumen ada yang tidak memadai dan kurang maka proses akan berlarut lama dan jika dokumen komplit akan segera turun nota dinas untuk hal redress lainnya selain dari pada prosess redress consignee.

Bagaimana jika prosess redress berlarut lama

Jika prosess melebihi waktu khusus untuk redress consignee dan waktu melebihi 30 hari maka sesuai ketentuan akan keluar surat lelang dari pihak bea cukai namun hal ini bisa di atasi dengan membuat surat pembatalan lelang dari consignee yang ditujukan kepada pihak bea dan cukai.

Tentu harus melalui proses kontra lelang dan kita harus memasukkan permohonan yang namanya BCF 1.5 . Pengurusan BCF 1.5 tidaklah sulit dan dalam waktu 2-3 hari akan selesai atau bisa juga lebih cepat tergantung kesibukan petugas bea dan cukai

Good Luck

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "REDRESS CONSIGNEE "

Post a Comment

Jangan spam,link aktif,p*orn*, j*di, sara,hate speech,akan dihapus dan komentarlah dengan sopan