Heavy equipment project cargo Jakarta

Heavy equipment project cargo Jakarta
Heavy equipment project cargo Jakarta
Sobat undername export import indonesia, Saya update artikel ini buat berbagi pengala man buat sobat pembaca yang bergerak di bidang land transportation khusus project cargo untuk barang barang import

Cargo heavy equipment dari pelabuhan tanjung priok ke daerah kawasan industri manis di tangerang banten

Ini adalah pekerjaan di tahun 2013 mengeluarkan mesin mesin pabrik dari areal pabean tg.priok ke arah kawasan industri manis di kawa -san tangerang banten .Project cargo heavy equipment cargo ini di mulai dari pekerjaan customs clearance , dan kebetulan mendapatkan status import jalur kuning

Jadi buat customs clearance import cargo heavy equipment , ini tidak ada masalah di proses kepabeanan dan semua dokumen serta respond berjalan dengan sangat cepat.Prose kepabeanan yang lancar sampai mendapat SPPB dan otomatis
Saya harus siapkan D/O , trucking lowbed dan semuanya sudah di persiapkan

Pihak trucking company lowbed/dolly sudah siap dengan armada mereka , 2 lowbed dan 4 container 40 feet high cube
Setelah  d.o dari pelayaran saya dapatkan maka proses selanjutnya adalah bayar sewa gudang , saya bayar malam hari karena cargo melebihi ukuran normal khawatir macet dan gangguarus lalu lintas mulai dari tanjung priok jakarta ke arah tangerang banten

Selesai sewa gudang dibayar , trucking meluncur masuk arah JICT 1 Pelabuhan tanjung priok.
Saya mulai awasimuat container 40 feet terlebih dahulu karena muatnya lebih mudah dan cepat

Muat container party 4X40 feet selesai

Heavy equipment project cargo Jakarta
Heavy equipment project cargo Jakarta
Proses selanjutnya adalah memuat cargo heavy equipment . Prosees muat heavy equipment di dalam areal JCT 1 Tg.priok jakarta sebelum uat harus menghubungi petugas di lapangan .

Setelah menghubungi petugas lapangan port of tanjung priok, mereka cek dokumen , seperti BL,dan packing list untuk melihat seberapa berat barang barang tersebut .

Setelah kompromi dan diskusi para petugas  lapangan JICT 1 Pelabuhan tg,priok  mempersiapkan tanggo dan selling untuk menganggkat cargo flat track heavy equipment tersebut

Proses memuat barang heavy equipment 1 X 40 feet flat rack tersebut dilakukan dengan hati hati , trucking dengan posisi stand by dan tanggao angkat barang. Cargo di angkat serta di beri aba aba untuk muat. Party 1X40 feet flat rack selesai

Kita lanjut masuk proses muat cargo party 1 X40 flat rack . lowbed sudah siap dan mengatur posisi untuk muat . Semua sudah siap tanggo ambil dan angkat flat rack berikutnya . oh ya saya sampaikan ukuran cargo yang ke dua ini sebagai berikut :
Tinggi Barang 4,30 Meter
Berat 36 Ton
Cargo Mesin V 99

Proses muat selesai dan cargo heavy equipment mulai berjalan sekitar jam 1 malam menggunakan 2 angkutan lowbed/dolly , mulai dari tanjung priok sampai kebon jeruk aman jalananan sepi dan lancar dengan terseok seok truck berjalan karena muatan berat

Saya ikut kawal dari belakang khusus untuk angkutan lowbed/dolly tersebut sembari survey jalan terkadang saya dahului trucking lowbed tersebut untuk koordinasi dengan petugas jalan tol karena trucking yang bawa barang jalanya tidak bisa cepat.

Heavy equipment project cargo Jakarta
Heavy equipment project cargo Jakarta
Semua berjalan dengan baik dan lancar , sementara cargo party 4X40 feet sudah masuk terlebih dahulu ke dalam areal pabrik

Trucking lowbed/dolly terus berjalan dan kami sudah masuk ke arah serpong .

Terus berjalan dan iringan lowbed ini masuk ke arah jembatan tol serpong

Lowbed pertama berhasil lewat dengan baik dan kami beri aba aba pada lowbed ke dua , kami minta mereka jalan pelan melewati jembatan yang ada di atasnya

Posisi ambil jalan di sisi kiri cargo heavy equipment ini tidak bisa lewat karena tersangkut dengan badan jembatan

Kami akhirnya di temani oleh petugas patroli jalan tol dan polisi minta izin karena cargo heavy equipment ini tidak bisa melewati sisi kiri jalan tol sesuai dengan peraturan yang memang truck harus di sisi kiri jalan tol

Setelah izin di dapat , dibantu oleh poisi dan petugas jalan tol yang memberi akses di jalur empat paling kanan jalan tol tersebut . Petugas patroli memberhentikan mobil mereka di posisi jalur 3 dan 4 20 meter sebelum jembatan

Truck trailer lowbed mulai masuk jalur empat tersebut , hujan mulai turun dan kami semua basah kuyup termasuk petugas polisi yang terus membantu kami mengamankan jalan agar tidak terjadi masalah dengan kendaraan lain atau kecelakaan lalu lintas

Petugas patroli dan kami akhirnya memberi instruksi agar truck lowbed memulai langkah agar bisa melewati bawah jembatan yang ada di daerah serpong tersebut

Setelah berjalan pelan pelan , driver dengan sabarnya trus mencoba di bantu petugas dan aba aba dari kenek truck

Setelah di coba ! Apakah yang terjadi ?bumm cargo heavy equipment ke dua tidak bisa masuk melewati bawah jembatan . 

Driver mundur lagi , di ambil alternative mengempeskan ban  Setelah semua di ban kempeskan tuk bisa melewati jalan yang ada jembatan di atasnya tersebut

Heavy equipment project cargo Jakarta
Heavy equipment project cargo Jakarta
Proses seperti  ini gagal !!
Akhirnya sopir lowbed menyerah. dan saya tentu saja lapor ke customer dan hasilnya marah .
Kami coba diskusi dengan petugas patroli jalan tol dan polisi untuk mundur kebelakang ingin mencoba jalur non tol dalam hal ini.
dari petugas mengatakan nggak akan mungkin karean mereka mengetahui area tersebut masih ada jembatan yang ketinggiannya tidak mengijinkan

Akhirnya customer datang tengah malam itu juga dan melihat kenyataan yang terjadi . Mereka akhirnya menyerah juga memakskan mau liwat jalur non tol karena diberi pengertian
oleh petugas patroli jalan tol yang mengetahui peris daerah itu

Setelah berbicara dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah dan kejadian ini akhirnya --
kami sepakat membongkar flat rack yang menjadi landasan mesin dengan seizin pemilik barang .

Untuk mengangkat mesin tersebut di sewalah 2 crane dengan kekuatan masing masingnya 50 Ton dan kami panggil lagi dolly yang chasisnya lebih rendah dan landasannya hanya 40 Cm dari tanah Trucking ada dan siap,akhirnya tiba di lokasi. 
Setelah proses muat dan bongkar chasis flat rack kami lakukan selesai , kami coba melewati bawah jembatan dan berhasil pekerjaan ini memakan waktu Sekitar 2 jam pekerjaan berhasil di lakukan .

Saya kawal sampai ke lokasi pabrik di sertai hujan deras maka kami tiba sat subuh
dan siap siap untuk bongkar karena crane pihak pabrik telah stand by buat bongkar barang barang tersebut. say pun pulang karena sudah lelah dan bsah kuyup

Dari kejadian ini saya ambil pelajaran :
  1. Sebelum membawa muatan yang tinggi dan berat sebaiknya ukur ketinggian barang dan jembatan dengan seksama setiap jembatan menuju arah pabrik
  2. Pastikan kendaraan angkutan truck lowbed / dolly kalau jembatan tidak memungkinkan di lewati dan beresiko besar
  3. Ketinggiancargo heavy equipment dan ukuran abnormal melebihi sekitar 4,20 s/d 4,8 meter dan menggunakan flat track lebih baik anda membongkar flat rack 
  4. Bongkar flat rack sebelum menuju lokasi pabrik ini lebih baik dari pada bongkar di pinggir jalan tol yang akibatnya menggangu arus lalu lintas
  5. Berangkatkan cargo setelah di bongkar flat racknya dan setelah itu silahkan jalan da mudah mudahan urusan kita lancar tanpa hambatan di jalan
Kejadian ini membuat saya rugi besar , dan tentu mengeluarkan biaya sangat besar , tapi ini lebih baik menjadi pengalaman saya dan berbagi buat kawan kawan sesama pemain cargo dan angkutan berat agar bisa hati hati menanganicargo heavy equipment dan abnormal cargo

Semoga bisa menjadi masukkan bua kawan kawan di bidang jasa ekspor dan impor barang

Semoga bisa bermanfaat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heavy equipment project cargo Jakarta"

Post a Comment

Jangan spam,link aktif,p*orn*, j*di, sara,hate speech,akan dihapus dan komentarlah dengan sopan