Export dan import kembali barang repair atau re-import

Temporary Export jakarta
Ngopi malam malam sembari ngetik blog export dan import ini , kita menelisik dan berbagi pengalaman re-import barang untuk barang yang telah di export keluar negeri dalam rangka perbaikan .

Khusus barang export sementara , harus melalui proses administrasi kepabeanan terlebih dahulu sebelum melakukan export barang barang sementara waktu atau di sebut juga dengan istilah export temporaryshipment export sementara perlakuan taca cara export dan penanganannya berbeda dengan ekspor biasa yang kita lakukan

Kita ambil contoh spindle head rusak di kirim atau akan di ekspor dari jakarta ke jepang.eropa , amerika atau negara manapun yang menjadi tujuan ekspor sementara anda . Jadi untuk anda yang mempunyai bagian mesin yang rusak atau mesinnya harap memperhatikan cara cara export sementara ini sebelum barang di import kembali ke indonesia

Langkah langkah yang biasanya dilakukan sebelum export barang untuk import kembali sebagai berikut . Mengajukan surat permohonan barang export untuk untuk import kembali dan disertai dengan dokumen pelengkap
  • Surat Permohonan Ekspor Sementara catatan : Bagi anda yang sudah pinter banget , Mohon jangan di rusak dan di hapus ya sobat ..banyak yang awam dan butuh contoh surat in
  • Surat kuasa di atas materai
  • Foto copy API / APIT,
  • Foto copy NPWP
  • Foto copy NIK ( Nomor induk kepabeanan)
  • Foto copy PKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)
  • Foto copy Invoice
  • Foto copy P/L (packing list)
  • P.O (Jika ada)
  • Foto barang (Paling utama foto nomor seri mesin dan rangka yang ada di parts tersebut serta foto mesin tampak depan dan samping)
Setelah dokumen ekspor sementara diajukan maka kita akan mendapat tanda terima ekspor sementara dari petugas pelayanan bea cukai , karena saya ajukan di KPU tg.priok maka tanda terima adalah dari KPU atau Kantor Pelayanan Utama pelabuhan Tanjung Priok, penampakan seperti ini tanda terima ekspor sementara ini nantinya berfungsi untuk mengamil skep ( Surat Keputusan) yang akan turun dari kepala kantor untuk izin ekspor sementara dari bagian fasilitas kepabeanan bea cukai
Proses kerja untuk urus permohonan export untuk di import kembali ini paling lama 5 hari kerja setelah dokumen komplit di terima oleh petugas pabean. Persetujuan ekspor yang akan diimpor kembali atau RE-IMPORT dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai atau Kepala Kantor Pelayanan Utama seumpama KPU tg,priok
Kalau semua persyaratan ekspor sementara sudah dilengkapi maka proseslah segera barang untuk di ekspor , Setelah mendapatkan izin ekspor sementara maka lanjut proses untuk persiapan ekspor barang seperti biasa , rangkaian kerja ekspor sementara saya uraikan seperti ini
  • Booking Kapal dan Siapkan cargo ekspor
  • Siapakan dokumen untuk transfer data PEB , seperti Skep ekspor sementara , Invoice , packing list serta dokumen pendukung lain yang anda punya
  • PPJK akan transfer data untuk mendapatkan NPE - Nota persetujuan ekspor
  • Setelah mendapatkan NPE , pick up barang ke gudang tg.priok
  • Barang masuk ke gudang dan laporlah kepada petugas hanggar untuk mendapat endoz
  • Next step, Berikan laporan ke bagian fasilitas telah melakukan ekspor sementara
  • Simpanlah dokumen export sementara tersebut dan jangan ada yang tercecer satupun , karena dokumen ini akan penting dan sangat berguna saat barang di import kembali ke jakarta selesai perbaikan di negara tujuan anda
Proses selanjutnya untuk import kembali barang yang di perbaiki ?

Setelah barang selesai di repair atau di perbaiki dari negara asal, ajukan surat permohonan re-import barang kepada kepala kantor pabean, contoh surat lebih kurang sama dengan format di atas dan saya berikan uraian secara lengkap untuk proses import kembali barang tersebut.
  • Surat Permohonan Contoh Surat Permohonan Impro Kembali Barang Repair dan Surat Permohonan Impor Kembali PDF (Sahabat Pembaca yang sudah sangat pinter jangan di rusak ya sob contoh surat ini banyak yang butuh )
  • Foto copy API / APIT,
  • Foto copy NPWP
  • Foto copy NIK ( Nomor induk kepabeanan)
  • Foto copy PKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)
  • Dokumen pada saat ekspor barang melipui :
  • Foto copy PEB ( Pemberitahuan Ekspor barang)
  • Persejuan Ekspor / NPE
  • Foto copy Invoice
  • Foto copy P/L (packing list)
  • Foto copy B/L atau Copy AWB
  • Foto saat barang di ekspor ( Lebih baik disiapkan)
  • Dokumen impor meliputi
  • Foto copy B/L atau AWB
  • Foto copy Invoice
  • Foto copy Packing list
  • Asli Bukti Reject atau Claim Letter
  • Surat Kuasa (Apabila dikuasakan ke PPPJK)
  • Surat Tugas (yang ditanda tangani direktur atau pengurus dalam API-U/P atau PPJK jika dikuasakan)

Proses kerja untuk pengurusan dan mendapatkan SKEP re-import barang export sementara dari kepala kantor bea cukai ini paling lama 5 hari kerja setelah dokumen komplit di terima oleh petugas pabean
Setelah selesai proses administrasi kepabeanan mengajukan dokumen import kembali dan mendapatkan surat keputusan dari kepala kantor bea dan cukai yang biasanya akan diberikan fasilitas kepabeanan berupa pembebasan bea masuk dan/atau cukai atau sesuai keputusan kepala kanto bea dan cukai membayar pajak atau di bebaskan ,lihatlah hasil SKEP Kepala kantor kepabeanan.

Bagaimana cara mengurus proses import kembali barang tersebut?

Saya uraikan proses customs clearence  import kembali barang ekspor sementara tersebut
  • Kontak PPJK langganan anda
  • Kirim data sementara seluruh copy dokumen import 
  • Minta draft PIB barang import tersebut periksa dan teliti
  • Minta PPJK transfer data setelah diteliti
  • Bayar pajak import sesuai yang tertera di e billing
  • PPJK akan respond ulang untuk dapat jalur pabean dan biasanya keluar JALUR Merah
  • Siapkan seluruh dokumen original import lengkap , copy dokumen ekspor sebelumnya.
  • Masukkan dokumen ke bagian fasilitas jalur merah dan minta tanda terima
  • Siapkan copy dokumen , mulai dari PIB,surat kuasa , dll , dan hubungi petugas bea dan cukai , serta pihak gudang untuk pemeriksaan , setelah barang akan di periksa sesuai prosedur
  • Barang selesai di periksa akan diberikan LHP- Laporan Hasil Pemeriksaan
  • Rekam dokumen LHP tersebut ke bagian fasilitas jalur merah melalui petugas bea dan cukai
  • Selesai reka LHP , kontak PPJK anda agar dapat respond SPPB
  • SPPB dapat dari modul PPJK siapkan D/O k mengeluarkan barang
  • Dan tahapan final keluarkan barang dan kirim ke gudang importir atau gudang anda sendiri
  • Selesai sampai di sini
Kesimpulan.
Pengurusan dokumen ekspor sementara tidaklah sesulit yang anda perkirakan asal kita mengetahui prosedur
Pengurusan  import kembali barang ekspor sementara juga mudah apalagi saat ini bea dan cukai sudah memakai system online , seluruh pelayanan dari bea cukai sangat baik
Arsip dokumen ekspor dan import dengan baik dan susun dengan rapi

Demikian dulu ya buat para pembaca semoga artikel ini bermanfaat

Semoga anda sukses dan maju

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Export dan import kembali barang repair atau re-import "

  1. Bagai mana utk mengurus ijin re-import perseorangan?

    ReplyDelete
  2. Pak Teddy , saat export apakah bapak telah mengajukan surat export sementara kepada bea cukai ? jika benar maka ajukan surat permohonan import kembali barang tersebut kepada bea cukai setempat saat bapak ekspor barang yang sama dan baca keterangannya peraturan di :Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 dan akan mulai berlaku pada 1 Januari 2018

    ReplyDelete
  3. Pak, Apakah atas import kembali brg yg dimport sementara dikenakan bea masuk, ppn import dan pph 22 seperti import biasa? Mohon pencerahan...Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Valrin, tergantung keputusan dari Surat Keputusan Kepala Kantor Bea dan Cukai Setempat, Beberapa cargo import kembali barang repair yang saya urus di kenakan tarif BM,PPN PPH Import untuk jasa perbaikan yang tercantum dalam nilai invoice saat barang di kirim kembali dari negara asal ke indonesia. Untuk tepatnya informasi mengenai hal tersebut sebaiknya datangi kantor bea dan cukai yang terdekat dari lokasi usaha anda, terima kasih sudah mampir di blog saya

      Delete
  4. Maaf, saya mau bertanya lebih jelas untuk point-point yang sudah tertulis di blog ini, karena masih belum mengerti.

    Surat kuasa di atas materai = mohon penjelasannya ini surat kuasa untuk menyatakan apa ya min?
    Foto copy NPWP = NPWP milik perusahaan kah?
    Foto copy Invoice = invoice saat dulu membeli barang/spare part tersebut atau quotation baru atas reparasi diluar negeri ini?
    Foto copy P/L (packing list) = packing list saat membeli barang yang akan diperbaiki ini atau bagaimana?
    P.O (Jika ada)= PO dari kami untuk reparasi ke luar negeri atau bagaiamana?


    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban dari saya : Surat kuasa di atas materai = Untuk pengurus barang di BC yang mewakili perusahaan
      Foto copy NPWP = NPWP milik perusahaan kah? Perusahaan
      Foto copy Invoice = invoice saat dulu membeli barang/spare part tersebut atau quotation baru atas reparasi diluar negeri ini? pada saat export di sertai PEB dan NPE barang
      Foto copy P/L (packing list) = packing list saat membeli barang yang akan diperbaiki ini atau bagaimana? barang yang di perbaiki
      P.O (Jika ada)= PO dari kami untuk reparasi ke luar negeri atau bagaiamana? P.O untuk barang yag di repair .. trima kasih

      Delete

Jangan spam, link aktif p*orn*, j*di, sara,hate speech,akan dihapus dan komentarlah dengan sopan